Senin, 29 November 2010

Semoga Bukan Keganasan

"semoga hanya infeksi, bukan keganasan"
demikianlah bahasa dokter Willy untuk tenangkan kami
sebab jika menyebut kanker atau tumor ganas kedengarannya mengerikan
operasi adalah jalan satu-satunya menurut dokter
demi kesembuhan buah hatiku, lakukanlah ...........

Tuhan........
lindungi anakku, semoga benar hanya karena infeksi
dia begitu acuh, sebab dia belum bisa membayangkan resiko terburuk dari sakitnya
bermain di Time Zone lebih menyenangkan baginya daripada konsul ke dokter
ah anakku.....
teringat olehku kelucuanmu tadi pagi di RMC
di tengah galau hati ayah dan bundamu engkau masih bisa hadirkan senyum dan tawa
ketika resepsionis mengatakan dokter tidak masuk masuk pagi
sebentar sore jam lima baru ada
engkau riang sekali, "asyik nanti sore baru ada dokter"
sebab di kepalamu, bermain di Time Zone tentu menyenangkan
padahal kegelisahan ayah dan bunda sudah tak tertahankan

besok engkau harus diopname di RS. Akademis untuk menjalani operasi
satu pintaku, semoga engkau kuat anakku
Tuhan pasti menolongmu

Sabtu, 27 November 2010

Buah Hatiku

Lembut, sabar, acuh, itulah dirimu
tapi ketika sabarmu mencapai klimaks,
gemetar tubuhmu karena desakan amarah tak terbendung

empat hari yang lalu...
ketika engkau berbisik, ayah kenapa kepalaku lembek?
kusentuh, kutekan, dan oh.... tak sanggup kubendung galau,
gelisah tak tertahankan... bingung dan gamang
harapku hanya satu
"semoga tak separah yang kubayangkan"
kuantar dirimu ke dokter praktek
gelisah dan galau tambah membuncah
ketika dokter berkata, segera ke Makassar
di sana ada ahli bedah saraf ada peralaatn medis tersedia

Buah hatiku..........
semoga tak separah yang kubayangkan
aku khawatir sekali terhadapmu
tapi...........
kau begitu tegar, selalu menjawab tidak apa2ji ketika kutanya sakitkah nak
kau tampak tak sakit, tak ada masalah
sekolah tetap kau ikuti, bermain bergembira dgn teman sebayamu tetap kau jalani