Lembut, sabar, acuh, itulah dirimu
tapi ketika sabarmu mencapai klimaks,
gemetar tubuhmu karena desakan amarah tak terbendung
empat hari yang lalu...
ketika engkau berbisik, ayah kenapa kepalaku lembek?
kusentuh, kutekan, dan oh.... tak sanggup kubendung galau,
gelisah tak tertahankan... bingung dan gamang
harapku hanya satu
"semoga tak separah yang kubayangkan"
kuantar dirimu ke dokter praktek
gelisah dan galau tambah membuncah
ketika dokter berkata, segera ke Makassar
di sana ada ahli bedah saraf ada peralaatn medis tersedia
Buah hatiku..........
semoga tak separah yang kubayangkan
aku khawatir sekali terhadapmu
tapi...........
kau begitu tegar, selalu menjawab tidak apa2ji ketika kutanya sakitkah nak
kau tampak tak sakit, tak ada masalah
sekolah tetap kau ikuti, bermain bergembira dgn teman sebayamu tetap kau jalani
Tidak ada komentar:
Posting Komentar